Sunday, January 3, 2010

Jangan Jadikan Indonesia-ku Brutal

Di awal tahun ini lagi-lagi saya banyak melihat kekerasan yang terjadi dimuka bumi ini khususnya di Indonesia. Mungkin sudah tabiat manusia itu adalah merusak dan juga melakukan kekerasan kepada sesama. Yang lebih menyedihkan expose terhadap perilaku kekerasan ini begitu gencar di media massa. Di televisi, surat kabar, dan media informasi lainnya,setiap hari diberitakan berita kriminal, pembunuhan, tawuran, sampai aksi demo yg disertai dengan aksi brutal, dan lain sebagainya. Sebagai makhluk sosial kita juga sebagai makhluk peniru. Kita menirukan apa-apa yang diajarkan orang tua sejak kecil dan apa yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan setiap harinya mendorong kita berbuat hal yang sama. Apa jadinya sebuah bangsa lebih banyak memberikan hal-hal yang sifatnya negatif pastinya bangsa tersebut menjadi bangsa yang rusak, kejam dan brutal. Menurut saya itu yang terjadi di negara kita ini,Lihat saja di media massa banyak berita tentang kekerasan sampai acara TV seperti reality show dan sinetron tidak lepas dari adu jotos. Menyedihkan memang generasi penerus ini akan rusak karena contoh yang tidak baik. Apakah tidak sebaiknya media ini khususnya televisi memperbanyak acara-acara positif, berita-berita positif contohnya banyak sekali orang Indonesia yang hebat, memenangkan suatu kompetisi dan berhasil menciptakan inovasi-inovasi yang tidak kalah dengan orang luar. Tapi sayang mereka jarang di ekspose bahkan tidak pernah diberitakan sama sekali. Kebalikannya misalkan ada berita seorang menjadi pembunuh berantai maka semua media genjar memberitakannya sampai hal yang tidak penting juga diberitakan. Ingat kasus Ryan si jagal dari jombang, atau kasus teroris Nurdin M Top CS yang sangat ngetop. Pasti banyak yang tidak tahu bahwa kompetisi olympiade akademik dunia banyak putra-putri Indonesia yang menjadi juaranya, atau misalnya CEO yang paling diidam-idamkan perusahaan di seluruh dunia ternyata orang Indonesia.

Begitulah yang terjadi di masyarakat kita sekarang orang lebih suka melihat sisi negatifnya ketimbang hal-hal positif. Mudahan kedepannya media bisa secara bijak sebagai pemenuh kebutuhan informasi masyarakat luas memberikan informasi yang berimbang atau acara dan berita bisa lebih selektif untuk dikonsumsi berdasarkan umur. Untuk Indonesia yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment