Jembatan itu sudah berdiri megah. Sebagai penghubung 2 pulau antara pulau jawa dan madura. Panjangnya kira-kira 5,5 km yang menjadikannya jembatan terpanjang di Indonesia dan tentu menjadi kebanggaan warga Surabaya Madura khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Saat melintas jembatan Suramadu ini terlintas di pikiran saya,ini bangunan jembatan investasi yang membutuhkan biaya yang sangat besar total nilai investasinya mencapai 4 triliun yang kabarnya dana tersebut didapat dari pemerintah Cina. Dan juga diprediksikan umur penggunaan yang mencapai 100th. Tapi sayangnya pemerintah mengkomersialkan jembatan tersebut dalam artian untuk melintas atau menyebrang jembatan harus membayar,memang tarif yang lebih murah dari pada menyebrang menggunakan kapal feri. Tapi menurut saya ini hal yang memberatkan bagi masyarakat yang berada di Madura yang memerlukan mobilitas yang tinggi untuk membangun daerahnya dengan cepat. Barang-barang atau apa saja yang dikirim dari jawa tetap bebankan biaya transportasi yg sama sebelum adanya jembatan dalam arti lain harga tetap mahal hanya dibedakan dengan waktu tempuh serta kepratisan saja dan untuk kita yang kaum marginal merasa tidak ada kebebasan untuk belajar atau mencari rejeki dipulau seberang karena tetap bayar.
Saya tidak yakin apabila alasan pemerintah mengkomersialkan jembatan Suramadu untuk biaya operasional dan biaya pemeliharaan jembatan. Karena apabila perkiraan saya nilai pendapatan jembatan itu dalam waktu 1 bulan pasti milyaran rupiah. jadi ini hanya alasan pihak pihak yang ingin mengambil keuntungan dari jembatan Suramadu tersebut. Setidaknya pemerintah bisa arif dan bijaksana untuk melakukan pembangunan yang adil dan merata. Sekali lagi Jembatan ini hanya membedakan waktu tempuh dan kepratisannya saja namun tidak berdampak pada perubahan nilai-nilai ekonomi secara keseluruhan sehingga kesenjangan antara pulau jawa yang disini adalah Surabaya dengan Madura tetap akan ada dalam waktu yang lama.
Setidaknya saya punya pemikiran sebagai pengganti biaya operasional dan pemeliharaan yang dibebankan oleh masyarakat pengguna jembatan. Sebagai gantinya pemerintah bisa mengatur penempatan iklan iklan di sepanjang jalan jembatan yang nantinya biaya iklan tersebut di gunakan sepenuhnya untuk kedua biaya tersebut tentunya juga penempatan dan pengaturan yang tepat tidak akan mengganggu operasional jembatan dan keindahannya. Tampaknya hal itu sulit diwujudkan karena semua sudah jadi bubur kecuali nantinya saya yg jadi Presiden negeri ini akan saya gratiskan untuk kesejahteraan rakyat...Amin. Terakhir bagaimanapun jembatan kebanggaan kita ini harus kita jaga bersama jangan sampai dirusak atau malahan melakukan pencurian bagian jembatan yang bisa merugikan kita sendiri nantinya. Suramadu mudahan seperti yang kita harapkan..Amin.
Tuesday, July 28, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)







Benar bro...klo gratis lebih menguntungkan rakyak deh.
ReplyDelete